Jumat, 25 Maret 2016

Hukum Perikatan



HUKUM PERIKATAN

 


*PENGERTIAN PERIKATAN

            Menurut ilmu pengetahuan Hukum Perdata, pengertian perikatan adalah suatu hubungan dalam lapangan harta kekayaan antara dua orang atau lebih dimana pihak yang satu berhak atas sesuatu dan pihak lain berkewajiban atas sesuatu. Beberapa sarjana juga telah memberikan pengertian mengenai perikatan. Pitlo memberikan pengertian perikatan yaitu suatu hubungan hukum yang bersifat harta kekayaan antara dua orang atau lebih, atas dasar mana pihak yang satu berhak (kreditur) dan pihak lain berkewajiban (debitur) atas suatu prestasi.


*DASAR HUKUM PERIKATAN

            Sumber-sumber hukum perikatan yang ada di Indonesia adalah perjanjian dan undang-undang, dan sumber dari undang-undang dapat dibagi lagi menjadi undang-undang melulu dan undang-undang dan perbuatan manusia. Sumber undang-undang dan perbuatan manusia dibagi lagi menjadi perbuatan yang menurut hukum dan perbuatan yang melawan hukum.
Dasar hukum perikatan berdasarkan KUH Perdata terdapat tiga sumber adalah sebagai berikut:
1.      Perikatan yang timbul dari persetujuan (perjanjian)
2.      Perikatan yang timbul dari undang-undang
3.      Perikatan terjadi bukan perjanjian, tetapi terjadi karena perbuatan melanggar hukum ( onrechtmatige daad ) dan perwakilan sukarela ( zaakwaarneming )


*ASAS HUKUM DALAM PERIKATAN

1. ASAS KONSENSUALISME
Asas konsnsualisme dapat disimpulkan dari Pasal 1320 ayat 1 KUHPdt.
Pasal 1320 KUHPdt : untuk sahnya suatu perjanjian diperlukan empat sarat :
>Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya
>Kecakapan untuk membuat suatu perjanjian
>Suatu hal tertentu
>Suatu sebab yang halal.
Pengertian kesepakatan dilukiskan dengan sebagai pernyataan kehendak bebas yang disetujui antara pihak-pihak ASAS-ASAS HUKUM PERIKATAN

2. ASAS PACTA SUNT SERVANDA
Asas pacta sun servanda berkaitan dengan akibat suatu perjanjian. Pasal 1338 ayat (1) KUHPdt:
>Perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang….”
>Para pihak harus menghormati perjanjian dan melaksanakannya karena perjanjian itu merupakan kehendak bebas para pihakASAS-ASAS HUKUM PERIKATAN

3. ASAS KEBEBASAN BERKONTRAK
Pasal 1338 KUHPdt : “semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undangundang bagi mereka yang membuatnya”
Ketentuan tersebut memberikan kebebasan parapihak untuk :
>Membuat atau tidak membuat perjanjian;
>Mengadakan perjanjian dengan siapapun;
>Menentukan isi perjanjian, pelaksanaan, dan persyaratannya;
>Menentukan bentuk perjanjian, yaitu tertulis atau lisan.ASAS-ASAS HUKUM PERIKATAN

Di samping ketiga asas utama tersebut, masih terdapat beberapa asas hukum perikatan nasional, yaitu:
1.      Asas kepercayaan;
2.      Asas persamaan hukum;
3.      Asas keseimbangan;
4.      Asas kepastian hukum;
5.      Asas moral;
6.      Asas kepatutan;
7.      Asas kebiasaan;
8.      Asas perlindungan;

*HAPUSNYA PERIKATAN
            Pasal 1381 Kitab Undang-undang Hukum Perdata Menyebutkan sepuluh cara hapusnya suatu perikatan. Cara-cara tersebut :
^Pembayaran
^Penawaran Pembayaran tunai diikuti dengan penyimpanan penitipan
^Pembaharuan Hutang
^Perjumpaan Hutang atau Kompensasi
^Percampuran Hutang
^Pembebasan Hutang
^Musnahnya barang yang terhutang
^Kebatalan/pembatalan
^Berlakunya suatu syarat batal dan
^Lewatnya waktu



REFERENSI:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar