Didalam ilmu ekonomi Mikro ada 3 pelaku, yaitu:
Pemilik Faktor produksi
Dalam
ilmu ekonomi, faktor produksi adalah sumber daya yang digunakan dalam sebuah
proses produksi barang dan jasa. Pada awalnya, faktor produksi dibagi menjadi
empat kelompok, yaitu tenaga kerja, modal, sumber daya alam, dan kewirausahaan.
Namun pada perkembangannya, faktor sumber daya alam diperluas cakupannya
menjadi seluruh benda tangible, baik langsung dari alam maupun tidak, yang
digunakan oleh perusahaan, yang kemudian disebut sebagai faktor fisik (physical
resources). Selain itu, beberapa ahli juga menganggap sumber daya informasi
sebagai sebuah faktor produksi mengingat semakin pentingnya peran informasi di
era globalisasi ini.
Konsumen
Konsumen adalah setiap
orang pemakai atau pengguna barang dan/atau jasa yang tersedia dalam
masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun
makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.[1] Jika tujuan pembelian
produk tersebut untuk dijual kembali (Jawa: kulakan), maka dia disebut pengecer
atau distributor
Produsen
Pengertian
produsen adalah pelaku yang memproduksi barang maupun jasa agar dapat menambah
kegunaan suatu benda maupun menciptakan benda baru sehingga bermanfaat dalam
sebuah perekonomian dan tentunya tidak melanggar peraturan yag berlaku.
Didalam ilmu ekonomi Makro terdapat 4 pelaku, yaitu:
SEKTOR
RUMAH TANGGA
Sektor rumah tangga
memiliki factor-faktor produksi yang dibutuhkan untuk proses produksi barang
dan jasa privat (sektor perusahaan)maupun barang dan jasa (sektor pemerintah.
Factor-faktor produksi tersebut adalah kesediaan untuk bekerja (tenaga kerja),
barang modal uang dan kesediaan untuk menanggung resiko yang dihadapi oleh
perusahaan dengan membeli saham.
A. Rumah Tangga Keluarga sebagai Produsen
Rumah tangga keluarga dalam kegiatan ekonomi
merupakan pemilik faktor produksi yang meliputi tanah, tenaga kerja, keahlian
dan modal. Kegiatan produksi yang dilakukan dalam rumah tangga keluarga adalah
menyediakan faktor produksi yang dibutuhkan pelaku ekonomi lainnya. Dalam
kegiatan ini rumah tangga keluarga memperoleh penghasilan/pendapatan dalam
bentuk uang.
B.Rumah
Tangga Keluarga sebagai Konsumen
Rumah
tangga keluarga merupakan kelompok yang paling sering melakukan kegiatan
konsumsi. Faktor yang mempengaruhi kegiatan konsumsi rumah tangga adalah:
1. Jumlah pendapatan keluarga
2. Jumlah anggota keluarga
3. Tingkat harga barang atau jasa
4. Status sosial ekonomi keluarga
C.
Rumah Tangga Keluarga sebagai Distributor
Rumah
tangga juga berperan dalam hal penyaluran barang. Rumah tangga dalam memenuhi
kebutuhannya ada yang menghasikan uang dari menyalurkan kembali barang yang
telah dibeli kemudian dijual kepada konsumen.
SEKTOR
PERUSAHAAN/SWASTA
Perusahaan adalah
organisasi yang dikembangkan oleh seseorang atau sekumpulan orang dengan tujuan
untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.
Kegiatan ekonomi yang dilakukan rumah tangga perusahaan meliputi kegiatan
konsumsi, produksi, dan distribusi. Kegiatan pokok yang dilakukan oleh
perusahaan adalah kegiatan produksi (menghasilkan barang). Hal ini juga sekaligus
menunjukkan bahwa perusahaan adalah pelaku ekonomi yang berperan sebagai
produsen.
SEKTOR
NEGARA/PEMERINTAH
Pemerintah adalah badan
– badan pemerintah yang bertugas untuk mengatur kegiatan ekonomi. Seperti
halnya rumah tangga keluarga dan perusahaan, pemerintah juga sebagai pelaku
ekonomi yang melakukan kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi.
a.
Kegiatan Konsumsi Pemerintah
Pemerintah
dalam menjalankan tugasnya membutuhkan barang dan jasa. Kegiatan konsumsi
pemerintah dapat berupa kegiatan membeli alat-alat tulis kantor, membeli
alat-alat kedokteran, membeli peralatan yang menunjang pendidikan, menggunakan
tenaga kerja untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintah, dan sebagainya.
b
. Kegiatan Produksi Pemerintah
Pemerintah
ikut berperan dalam menghasilkan barang dan atau jasa yang diperlukan dalam
rangka mewujudkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Hal ini sesuai
dengan UUD 1945 Pasal 33 ayat (2), yang berbunyi: “Cabang-cabang produksi yang
penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh
negara”. Pelaksanaan peran pemerintah dalam kegiatan produksi diwujudkan dalam
kegiatan usaha hampir di seluruh sektor perekonomian. Sebagai pelaksana
kegiatan produksi pemerintah mendirikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
BUMN/BUMD
merupakan wujud nyata dari investasi negara dalam dunia usaha, tujuannya adalah
untuk mendorong dan mengembangkan aktivitas perekonomian nasional.
SEKTOR
LUAR NEGERI
Dalam
konsep ini, terdapat transaksi perdagangan internasional yang melibatkan
masyarakat luar negeri. Transaksi luar negeri tidak hanya berupa transaksi
perdagangan, namun juga berhubungan dengan penanaman modal asing, tukar menukar
tenaga kerja, serta pemberian pinjaman.
Hubungan
perdagangan internasional ataupun kontak dengan masyarakat luar negeri angat
diperlukan, karena pada dasarnya setiap Negara tidak dapat memenuhi
kebutuhannya hanya dari sumber daya dari negara itu sendiri saja. Diperlukan
sumber daya yang dihasilkan oleh Negara lain, yang mana sumber daya tersebut
tidak dihasilkan oleh Negara konsumen.
Menurut saya, Indonesia lebih tepat
melaksanakan ekonomi campuran. Indonesia tidak bisa lepas dari sistem ekonomi
liberal, karena perekonomian negara ini masih bergantung pada Amerika Serikat.
Karena sebagai negara berkembang indonesia masih membutuhkan campur tangan pemerintah.
Oleh
karena itu, siapapun yang akan menjadi presiden selanjutnya, maka sistem
ekonomi yang akan diterapkan di Indonesia adalah ekonomi campuran, dimana peran
pemerintah masih sangat dibutuhkan untuk mebangun ekonomi kerakyatan.
Daftar PUSTAKA :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar